Sabtu, 04 Juni 2022

13 Tempat Wisata Di Ende Ntt, Kota Pancasila 

KOMPAS.com - Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dijuluki sebagai Kota Pancasila.

Sebab, pada kota ini, Soekarno mendapatkan gagasan tentang Pancasila yang sekarang sebagai dasar negara Indonesia. 

Baca pula: 4 Alasan Kenapa Ende diklaim Kota Pancasila

Presiden pertama Indonesia itu, diasingkan di Ende selama empat tahun mulai 14 Januari 1934 sampai 18 Oktober 1938. apabila berkunjung ke Ende, kamu mampu mengunjungi loka-loka bersejarah yg sebagai saksi kelahiran gagasan Pancasila. 

Selain tempat bersejarah, wisatawan juga sanggup menikmati panorama alam yang mempesona di Ende. Berikut 13 loka wisata Ende yg dihimpun Kompas.com, mulai menurut danau, pantai, desa tata cara, & lainnya. 

Baca juga: Taman Renungan Bung Karno di Ende NTT, Tempat Lahirnya Pancasila1.  Taman Renungan Bung Karno 

KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQ Patung Bung Karno di samping pohon sukun pada kompleks Pelabuhan Bung Karno, Ende, Nusa Tenggara Timur.

Taman ini jua diklaim sebagai Taman Renungan Pancasila. Lokasinya berada di Kelurahan Rukun Lima, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende. 

Berdasarkan fakta berdasarkan Kompas.com (31/05/2020), di taman ini terdapat patung Bung Karno. Patung tadi menggambarkan Bung Karno sedang duduk merenung pada sebuah bangku di bawah pohon sukun yg bercabang 5.

Baca juga: Makna Baju Adat Ende yang Dipakai Jokowi waktu Hari Lahir Pancasila

Selain patung Bung Karno, adapula pohon sukun di area tamanyang diklaim sebagai Pohon Pancasila. Namun, pohon sukun tadi bukanlah pohon asli saat Bung Karno merenung. 

Sebab, pohon sukun yang asli telah tumbang sejak 1960. Pohon sukun yg dilihat pengunjung merupakan pohon yang ditanam dalam 1981.

Saat ini, kawasan Taman Renungan Soekarno dimanfaatkan buat berbagai aktivitas ciptaan seni dan budaya, dan diskusi. dua. Rumah Pengasingan Bung Karno 

KOMPAS.com/I MADE ASDHIANA Situs Rumah Pengasingan Bung Karno, Kota Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Senin (1/6/2015).

Selama diasingkan, Bung Karno tinggal di tempat tinggalmilik Haji Abdullah Ambuwaru. Ia ditemani oleh istrinya Inggit Garnasih, ibu mertuanya Amsi, serta ke 2 anak angkatnya Ratna Juami & Kartika. 

Pada 1951, dua tahun sesudah kemerdekaan Indonesia, Soekarno mengunjungi tempat tinggalloka pengasingannya pada Ende.

Mengutip situs Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Soekarno, yang kala itu sudah menjabat menjadi Presiden RI, bertemu Haji Abdullah Ambuwaru & membicarakan niatnya agar tempat tinggalpengasingan itu dijadikan museum.

Kemudian, dalam kunjungan keduanya 16 Mei 1954, Bung Karno akhirnya meresmikan rumah tersebut sebagai Rumah Museum. 

Baca jua: lima Atraksi Wisata Desa Detusuko Barat Ende, Juara 4 Kategori Desa Berkembang ADWI 2021

Berdasarkan kabar berdasarkan Kompas.com (01/06/2017), rumah pengasingan Bung Karno masih terawat menggunakan baik. 

Memasuki ruang tamu, pengunjung sanggup melihat lukisan karya Bung Karno yg mendeskripsikan umat Hindu di Bali sedang bersembahyang.

Ruang tamu dan perabotan di tempat tinggaltadi ditata serupa ketika tempat tinggalitu ditinggali Soekarno. 

Demikian pula ruang tidur Bung Karno pada bagian tengah. Melangkahkan kaki ke ke bagian laman belakang rumah, terdapat sumur, kamar mandi, dan dapur yg juga masih tertata seperti sedia kala.

Saat berkeliling di rumah pengasingan Bung Karno tersebut, pengunjung bisa melihat dan mengenang bepergian & perjuangan hayati Bung Karno di tengah pengasingan.